5 Momen Moshing dan Mosh Pit Terliar yang Pernah Terekam Kamera

0

 


Sounds Of ConcertPunya gerakan saling mendorong dan membenturkan tubuh antara satu sama lain di tengah area lingkaran, mosh pit berawal dari tarian Pogo milik komunitas Punk di Los Angeles, Amerika Serikat, pada tahun 1975 hingga 1980.

Menurut situs Variety Store TV, nggak lama setelah kemunculan Pogo dance, komunitas pecinta musik hardcore akhirnya ikut punya tarian serupa yang diberi nama slam dancing.

Seiring waktu, gerakan-gerakan itu disebut sebagai moshing, yang kemudian diibaratkan sebagai sebuah energi agresif yang dikeluarkan oleh musisi dan kemudian diterima oleh para penontonnya di tempat konser.

Sementara, dalam sebuah studi yang dicatat oleh Nicholas Mott dari National Geographic News, para antropolog menyebut tarian mosh pit sebagai bentuk ritual sosial yang mengibaratkan aktivitas kerasukan roh, dalam sifatnya yang nggak terkendali, dinamis, dan seringkali keras.

Meski beberapa grup musik – diantaranya The Smashing Pumpkins – nggak setuju dengan adanya mosh pit, hingga kini tarian tersebut tetap menjadi kecintaan para metalhead dan kian eksis di setiap pagelaran musik keras.

Nggak jarang memakan korban, kerumunan mosh pit beberapa kali terekam jadi sebuah lingkaran yang chaos dan extreme.

Gojira (Resurrection Festival, 2014)
Metal Hammer menyebut “Flying Whales” sebagai moshpit-starter yang bonafide, yang berhasil mengilhami ‘wall of death’ dalam gelaran Spain Resurrection Festival tahun 2014 lalu.

Yang lebih ikonik, adalah ketika sang frontman Gojira, Joe Duplantier, memberikan intruksi kepada penontonnya yang berpakaian aneh dengan mengatakan: “Hei! The Banana! Mundur!”

Nggak lama, pentolan Duplantier mengeluarkan kata-kata mutiara kepada seorang frenchman yang membawa benderanya: “Keluarkan bendera Prancis itu dari sini!"

Slayer (Greece, 2013)
Dalam sebuah show di Yunani pada tahun 2013, seorang penggemar Slayer membawa sebuah flare (suar) ke dalam area mosh pit dan menyalakannya di tengah-tengah pertunjukan.

Meski bukan ide bagus dan cukup berbahaya, namun nggak bisa disangkal bahwa hasilnya memang memukau, ditambah menjadi lautan visual yang keren untuk mengiringi lantunan “Raining Blood” yang mengerikan.

Exodus (Wacken Open Air, 2008)
Sering disebut sebagai band trash pertama sejak debutnya album mahakarya “Bonded By Blood”, nggak heran jika sang titan trash-metal asal Bay Area, Exodus, menjadi mesin mosh di setiap pertunjukan.

Sebuah rekaman live DVD di gelaran Festival Wacken Open Air tahun 2008 silam, menampilkan aksi lingrakan liar di tengah-tengah penampilan “Strike Of The Beast”.

Metal Hammer mencatat bahwa mereka nggak tahu berapa banyak tulang yang patah oleh riff tersebur.

DevilDriver (Download Festival, 2007)
Dalam gelaran Download Festival tahun 2007 silam, pentolan groove metal DevilDriver, Dez Fafara, membuat lingkaran mosh pit yang cukup besar untuk bisa masuk dalam Guinness Book Of World Records.

Meski kategori tersebut ditolak dengan alasan “tidak mungkin Anda dapat secara fisik menentukan di mana lingkaran/mosh pit dimulai dan berakhir”, pada akhirnya mereka benar-benar berhasil tampil dengan menakjubkan, dan membuat puluhan ribu fans berputar-putar di tenda yang penuh sesak.

Lamb Of God (VOA Heavy Rock Festival, 2019)
Dalam geralan VOA Heavy Rock Festival tahun 2019 di Lisbon, Portugal, monster groove metal asal Amerika, Lamb Of God, berhasil mencuri perhatian saat bawakan trek 2006, “Redneck”.

Menjelang penampilan, pentolan Randy Blythe mengubah seluruh lantai Altice Arena berkapasitas 12.500, menjadi sebuah pusaran dengan dua lubang kecil di samping sound desk.
Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)