Mengembangkan Keterampilan Komunikasi yang Efektif

0

Sounds Of ConcertKomunikasi dapat diartikan sebagai proses interaksi untuk menciptakan atau menguraikan makna. Komunikasi terdapat dua macam, yaitu verbal ( berbicara ) dan nonverbal ( Gerakan tubuh atau mimic wajah ). Komunikasi bisa dibilang sebagai pisau bermata dua. Karena bisa menimbulkan persahabatan, namun juga bisa membuat permusuhan. Karena itu penting bagi kita untuk bisa berkomunikasi secara efektif, sehingga apa yang ingin dibicarakan tersampaikan dengan baik.

Komunikasi adalah kemampuan yang sangat penting dikehidupan sehari – hari. Masih banyak juga orang yang menganggap kalau komunikasi adalah hal sepele padahal perlu adanya komunikasi yang komunikasi adalah hal sepele padahal perlu adanya komunikasi yang baik supaya menghasilkan feedback yang baik pula. Tetapi sudahkah kamu berkomunikasi secara efektif? Bagaimana kamu menangani perspektif yang berbeda? Apakah kamu ragu – ragu untuk tidak setuju dengan orang lain? Apa kesan gaya komunikasi kamu terhadap anggota grup kamu?

Jadilah Pendengar Aktif 

Tempat awal untuk komunikasi yang efektif adalah mendengarkan lawan bicara secara efektif. Mendengarkan secara aktif adalah mendengarkan dengan menggunakan semua indra. kata pakar komunikasi yaitu Kenneth H. Cohn, MD, MBA, FACS mengatakan bahwa komunikasi yang efektif harus bisa menyatukan semua bahasa verbal maupun nonverbal, Hanya delapan persen komunikasi yang berhubungan dengan isi pesannya sisanya berkaitan dengan bahasa tubuh dan nada suara kita. Seorang ahli bedah sekaligus konsultan, Cohn adalah penulis dari Better Communication for Better Care and Collaborate for Success! Cohn menyarankan untuk membuat aturan dimana kita mendengarkan saat lawan bicara sedang berbicara. Misalnya, jangan berbicara disituasi satu orang sedang berdiri dan yang satu lagunya sedang duduk, pastikan mata anda sejajar dengan lawan bicara. Bahasa tubuh juga sangat penting saat mendengarkan lawan bicara, misalnya dengan mencondongkan sedikit tubuh kamu dan pertahankan melihat mata lawan bicara. Hindari menyilangkan tangan, karena sikap tersebut memiliki arti sikap tidak menerima lawan bicara.

Komunikasi Adalah Proses proses, bukan hanya isi pesan. Ketika kamu menjadi yang membawa pesan, kamu harus menyiapkan potensi hambatan yang ada terhadap lawan bicara atau si penerima pesan. Kamu harus mengetahui bagaimana sikap, emosi, pengetahuan kamu sendiri dan bagaimana pesan kamu diterima. Perhatikan bahasa tubuh kamu sendiri saat berbicara. Pertimbangkan juga sikap dan pengetahuan lawan bicara yang kamu tuju. Keragaman dalam usia, jenis kelamin, dan etnis atau ras menambah tantangan komunikasi. Individu dari budaya yang berbeda mungkin memberikan arti yang sangat berbeda pada ekspresi wajah. Kemudian pilih media yang tepat untuk pesan yang ingin kamu komunikasikan, lawan bicara lebih menggunakan surel atau panggilan telepon Untuk komunikasi satu lawan satu, pengaturan dan waktu dapat menjadi sangat penting untuk berkomunikasi secara efektif. Pertimbangkan pola pikir dan lingkungan penerima komunikasi. Tunda pemberian informasi yang kompleks tentang hari pertama seseorang kembali dari liburan atau jika Kamu menyadari situasi yang mungkin menimbulkan kecemasan bagi orang tersebut. Demikian pula, ketika menelepon seseorang melalui telepon, tanyakan terlebih dahulu apakah ini waktu yang tepat untuk berbicara. Tawarkan untuk menyetel waktu tertentu untuk menelepon kembali nanti. Dalam komunikasi waktu dapat menjadi sangat penting untuk berkomunikasi secara efektif.

Ketika kamu ingin menelepon seseorang, lebih baiknya tanyakan dahulu apakah ini waktu yang tepat untuk berbicara kemudian kamu tawarkan kapan bisa menelepon kembali jika lawan bicara sedang tidak bisa ditelepon. Terakhir, pesan yang ingin kamu bicarakan pastikan informasi yang ingin kamu sampaikan tidak terlalu rumit atau panjang. Gunakan bahasa yang sesuai untuk lawan bicara.

Selaras dengan Bahasa Tubuh Banyak gerakan nonverbal seperti tertawa, mengangkat bahu, dan cemberut memiliki makna yang dipahami dengan baik dalam budaya kita. Tetapi arti dari beberapa perilaku yang lebih halus ini mungkin tidak begitu dikenal. Gerakan tangan. Tangan kita adalah bagian tubuh kita yang paling ekspresif, menyampaikan lebih dari wajah kita.

Dalam percakapan, menggerakkan tangan ke belakang kepala biasanya mencerminkan pikiran, perasaan, dan suasana hati yang negatif. Wajah Datar. Meskipun secara teoritis tanpa ekspresi, wajah kosong mengirimkan pesan jangan ganggu yang kuat dan merupakan tanda halus bagi orang lain untuk menjaga jarak. Selain itu, banyak wajah yang secara alami mengecilkan bibir dan lipatan garis kerutan, membuat wajah kosong tampak marah atau tidak setuju. Tersenyum. Meskipun senyuman mungkin menunjukkan kebahagiaan, itu tunduk pada kendali kesadaran.

Di Amerika Serikat dan masyarakat lain, misalnya, kita diajari untuk tersenyum terlepas apakah kita benar-benar merasa bahagia atau tidak, seperti dalam menyapa dengan sopan. Memiringkan kepala ke belakang. Mengangkat dagu dan melihat ke bawah hidung digunakan di seluruh dunia sebagai tanda superioritas, arogansi, dan penghinaan nonverbal. Membelah bibir. Tiba – tiba membuka bibir menandakan kejutan ringan, ketidakpastian, atau ketidaksepakatan yang tidak disuarakan. Kompresi bibir. Menekan bibir menjadi satu garis tipis mungkin menandakan timbulnya kemarahan, ketidaksukaan, kesedihan, kesedihan, atau ketidakpastian.

Memahami Sudut Pandang Orang Lain

Komunikasi dikatakan efektif jika memiliki pemahaman yang sama terhadap lawan bicara. Memahami sudut pandang orang lain, dapat meluaskan topik yang sedang dibicarakan dengan lawan bicara. Dengan kita memahami sudut pandang lawan bicara, lawan bicara kita akan merasa dihargai.

Etiket Komunikasi

Komunikasi sendiri juga memiliki etiket didalamnya. Komunikasi merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan, maka dari itu kita harus memahami tentang etiket berkomunikasi. Jika tidak ada etiket komunikasi, dapat terjadi hal yang tidak diinginkan seperti pertengakaran, kesalahpahaman, perselisihan, dan lain sebagainya.

Berikut contoh dari etiket komunikasi : Penggunaan bahasa yang baik dan intonasi yang sesuai. Mengucapkan permisi ketika melewati orang lain. Jangan lupa untuk mengucapkan tolong ketika minta bantuan. Setelah mendapat bantuan jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih Mengucapkan maaf ketika melakukan kesalahan Menghormati orang – orang yang lebih tua Mengurangi kebiasaan menyela ucapan orang lain Manfaat

Mempelajari Cara Komunikasi yang Efektif Setelah kamu mempelajari hal yang ada diatas, kamu mendapatkan manfaat dari mempelajari cara komunikasi yang efektif, yaitu:

 • Melancarkan komunikasi dengan orang lain.

• Memahami apa yang dikomunikasikan orang lain.

• Diterima dalam sosial masyarakat karena mengikuti etika yang ada Memperkuat hubungan yang terjalin dengan orang lain.

• Pesan yang disampaikan dapat diterima dengan lebih baik.

• Dihargai oleh orang lain karena kita telah menghargai mereka juga.

• Tidak bertindak sembarangan dan seenaknya dalam berkomunikasi.

Jadi sangat penting untuk kita agar bisa berkomunikasi dengan efektif, baik dan benar.

Karena komunikasi merupakan hal yang sangat penting terutama dalam kehidupan sehari – hari, komunikasi pun juga merupakan soft skill yang dibutuhkan jika ingin menjadi orang sukses. Dan karena kita adalah makhluk hidup yang bersosial maka secara tidak langsung kita dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan benar. Maka dari itu komunikasi adalah hal yang sangat penting dan jangan menganggap remeh komunikasi, karena sangat berpengaruh pada kehidupan kita.

Bagaimanapun juga kita adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan dan dibutuhkan orang lain. Demikian pembahasan tentang bagaimana cara komunikasi yang efektif ini. Semoga tulisan ini dapat berguna bagi kamu yang sedang mencari informasi – informasi ini.

Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)