Hongjoin Menembus Batasan Musik Indie-Pop dan Alt-Rock dengan EP Terbaru, F(OOL)

0


Sounds Of Concert
-
Di usianya yang masih muda, tepatnya 21 tahun, hongjoin telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa dalam kariernya sebagai musisi. Ia terus mengembangkan suaranya dan memperluas batasan musiknya, dan baru saja meraih gelar SPOTIFY RADAR Singapore Artist tahun 2023. Keberhasilannya ini tak lepas dari penampilannya yang memukau saat bermain untuk Ulang Tahun Album Shawn Mendes Swee Lee pada tahun 2021, dan menjadi pembuka pertunjukan Matt Maltese yang terjual habis pada tanggal 24 Mei.


Kini, hongjoin telah merilis EP keduanya, F(OOL), yang menandai proyek musik paling ambisius yang pernah ia kerjakan. Dalam EP ini, hongjoin mengeksplorasi berbagai genre dalam ranah alternatif, termasuk Indie-Pop dan Alt-Rock, menciptakan karya yang segar dan menarik bagi pendengarnya. F(OOL) sendiri merupakan singkatan dari "Fall Out Of Love," yang juga merupakan permainan kata untuk menggambarkan rasa bodoh karena cinta.


Dalam EP ini, hongjoin menghadirkan motif musim yang berbeda sepanjang tahun, menyinggung perasaan rindu yang tak tergapai. Namun, dalam kata-kata hongjoin, ia menyatakan, "seperti transisi antar musim, kami perlahan-lahan menyesuaikan diri dengan berbagai fase kehidupan kami." Nostalgia menjadi tema dominan dalam karya-karyanya, yang diperkuat oleh estetika visual yang kuat untuk menciptakan koneksi emosional yang lebih dalam bagi para pendengarnya. F(OOL) memiliki daya tarik unik yang mampu membawa pendengar ke dalam kisah cinta yang tulus dan menyayat hati.


Salah satu trek yang menarik perhatian dalam EP ini adalah "Leave in The Summertime." Lagu ini menggambarkan perasaan patah hati yang cocok untuk siapapun yang mengalami situasi serupa di musim panas ini. Dengan tema jarak dan "what ifs," "Leave In the Summertime" berhasil menghadirkan nostalgia yang mendalam, memaksa kita untuk melihat kembali hubungan yang tak berhasil karena jarak yang menghalangi. hongjoin berusaha menciptakan pengalaman mendalam melalui lagu ini, menggambarkannya sebagai "percakapan intim yang tak pernah terjadi."


Dalam hal sonik, trek ini menandai perubahan dari gaya konvensional hongjoin. Dengan berani menggunakan elemen drum trap/hip-hop daripada drum organik yang biasa ia gunakan, hongjoin memadukan suara akustik gitar dengan elemen elektronik untuk menciptakan gelombang suara yang beragam, menciptakan perasaan yang familiar namun tak nyaman - seperti deja vu. Outro yang disajikan dengan sentuhan senar dan peredupan drum, menghadirkan perasaan rindu yang kuat, seperti hangatnya selimut di malam yang dingin - mengingatkan kita bahwa segala sesuatu akan baik-baik saja pada akhirnya.


Tak kalah menariknya, trek "In Another Life" mengajak pendengar dalam perjalanan sinematik untuk merenungkan saat-saat menyakitkan ketika hubungan berantakan karena jarak, dan mempertanyakan pilihan-pilihan hidup yang mungkin berbeda. Lagu ini mencakup rekaman piano live yang dipikirkan dengan cermat di bagian bridge dan breakdown sinematik di outro. Liriknya, "You've got bigger plans than I might want you to. But everywhere I go I think of you. In another life I swear you'd love me too," memperkuat kesan patah hati yang memilukan, namun hongjoin berharap lagu ini dapat menjadi refleksi yang positif bagi para pendengarnya, mengingatkan bahwa patah hati adalah bagian tak terpisahkan dari pengalaman hidup manusia.


F(OOL) merupakan karya yang telah hongjoin rilis di berbagai platform streaming digital. Dengan kombinasi musik yang segar, lirik yang tajam, dan sentuhan visual yang kuat, EP ini menjanjikan pengalaman mendalam bagi siapa pun yang mendengarkan. Melalui perjalanan emosionalnya, hongjoin membuktikan diri sebagai musisi berbakat yang siap menaklukkan industri musik dunia. Tak diragukan lagi, hongjoin akan terus menorehkan prestasi-prestasi gemilang di masa depan yang semakin cerah.


Editor : Muhammad Miko Prayoga


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)